Slideshow

Dunia dalam genggaman

Dunia begitu luas, tetapi saat kita menggunakan IT atau teknologi informasi maka dunia ada dalam genggamanmu--http://dataserverku.blogspot.com

Di mana saja dan kapan saja

Melalui bantuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi seperti laptop, tablet ataupun telpon pintar, informasi selalu dapat diupdate dimanapun dan kapan pun. by dataserverku.blogspot.com

Kerja sama lebih terjalin

Kolaborasi antar guru menjadi lebih mudah karena terhubung melalui media informasi maupun komunikasi

Test bandwith kamu yang mengalir berapa kbps

Blog ini dibuat hanya untuk mengingatkan apa yang telah saya baca dari web lain. Dan Juga beberapa artikel yang saya buat sendiri. by krishna -- krishnaeka.blogspot.com

Parfum Flavia

FLAVIA SOLID PARFUM, terobosan baru dunia wewangian ini di USA dan EROPA sudah menjadi gaya hidup para ladies and gentlemen disana, parfum dengan bentuk padat, solid, cream dengan ukuran portable, mudah dibawa kemana saja tanpa takut tumpah.

Showing posts with label Kisi_kisi. Show all posts
Showing posts with label Kisi_kisi. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

Lesson Study bukan merupakan Metode Pembelajaran

Lesson Study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif, dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson Study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson Study dapat menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

Dua manfaat Lesson Study adalah, pertama, merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas belajar siswa, serta kedua, mempercepat pematangan, pendewasaan bagi guru pemula. Menjadikan guru lebih profesional dan inovatif bagi guru-guru senior

Lesson Study hanyalah sebuah alternatif untuk memperbaiki kinerja guru melalui diskusi perencanaan yang tepat, pengamatan dalam mengajar, dan evaluasi program. Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan saling membantu untuk membangun masyarakat belajar.

Lesson study bukan sebuah metode pembelajaran atau strategi pembelajaran melainkan sebagai sarana peningkatan kualitas guru. Metode apapun dapat digunakan dalam Lesson Study asalkan menunjang keberhasilan peningkatan guru.

Saat Lesson Study, siapapun boleh terlibat demi perbaikan pembelajaran. Bukankah semakin banyak masukan pembelajaran di kelas akan semakin baik? Kegiatan open class dan refleksi bukan hanya kegiatan guru tetapi kegiatan semua yang terlibat dalam Lesson Study secara intensif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Keterbukaan guru dalam menapaki kinerja mengajarnya bisa jadi diawali dari keberanian melaksanakan Lesson Study.

Model Pembelajaran Problem Solving

Model Pembelajaran Problem Solving atau Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.

Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.


Adapun keunggulan Model Pembelajaran Problem Solving sebagai berikut:
  1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.


Kelemahan Model Pembelajaran Problem Solving sebagai berikut:
  1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
  2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Model Pembelajaran Snowball Throwing merupakan salah satu metode cooperative learning. Menurut Saminanto (2010:37) “Metode Pembelajaran Snowball Throwing disebut juga metode pembelajaran gelundungan bola salju”. Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok.

Lemparan pertanyaan tidak menggunakan tongkat seperti metode pembelajaran Talking Stik akan tetapi menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya.

Metode ini memilki kelebihan diantaranya ada unsur permainan yang menyebabkan metode ini lebih menarik perhatian siswa.
Langkah-langkah pembelajaran metode snowball throwing
Menurut Suprijono (2009:128) dan Saminanto (2010:37), langkah-langkah pembelajaran metode snowball throwing adalah:
  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai.
  2. Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
  5. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 5 menit.
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
  7. Evaluasi
  8. Penutup

Komponen RPP

PENGERTIAN RPPBerdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Jadi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP adalah penjabaran silabus yang menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. RPP digunakan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan.

KOMPONEN RPP

RPP disusun untuk setiap Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen utama RPP adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Komponen RPP
adalah:
  1. Identitas Mata Pelajaran; (a) Satuan pendidikan; (b) Kelas; (c) Semester; (d) Program studi; (e) Mata pela­jaran atau tema pelajaran dan (f) Jumlah pertemuan
  2. Standar Kompetensi; Merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
  3. Kompetensi Dasar; Adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran.
  4. Indikator Pencapaian Kompetensi; Adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  5. Tujuan Pembelajaran; Menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan SK, KD, dan indikator yang telah ditulis dalam silabus dan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati. Tujuan pembelajaran dapat ditulis dalam bentuk kalimat lengkap, menggunakan rumus audience (peserta didik), behaviour (perilaku dalam bentuk kata kerja operasional), condition dan degree (ABCD).
  6. Materi Ajar; Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dikembangkan dengan mengacu pada materi pembelajaran dalam silabus. Memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.
  7. Alokasi Waktu; Ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar.
  8. Metode Pembelajaran; Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih, misalnya metode tanya-jawab, diskusi, eksperimen, dan pendekatan beberapa model pembelajaran seperti pendekatan model CTL, dan pembelajaran kooperatif. Digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
  9. Kegiatan Pembelajaran; (a) Pendahuluan: Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. (b) Inti: Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. (c) Penutup: Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
  10. Penilaian Hasil Belajar; Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom­petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
  11. Sumber Belajar; Sumber belajar dalam RPP ditentukan dengan mengacu pada sumber belajar yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi dengan mempertimbangkan: (a) Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran; (b) Sumber belajar dapat berupa media cetak, elektronik, narasumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya: (c) Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi; dan (d) Sumber belajar dipilih yang mutakhir dan menarik.

Sunday, February 19, 2012

Kisi-kisi dalam pembelajaran

BAGAIMANA MENGHASILKAN SOAL YANG BERKUALITAS : BAGAIMANA MENGHASILKAN SOAL YANG BERKUALITAS DIRANCANG DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH: - TENTUKAN KEMAMPUAN-KEMAMPUAN YANG HENDAK DIUKUR - TENTUKAN JUMLAH SOAL YANG HENDAK DISUSUN - TENTUKAN BENTUK SOAL - TENTUKAN WAKTU TES (KAPAN & BERAPA LAMA) - RUMUSKAN INDIKATOR DARI MATERI YANG DIPILIH DIRUMUSKAN SOALNYA DENGAN BAIK: - SESUAI / TIDAK MENYIMPANG DARI INDIKATOR - ATAS DASAR KONSEP ILMU YANG BENAR - MENGIKUTI KAIDAH-KAIDAH PENULISAN SOAL - MENGGUNAKAN KALIMAT YANG SINGKAT, JELAS, TEGAS - MENGGUNAKAN PENGECOH YANG HOMOGEN / LOGIS DITELAAH / DIREVISI OLEH ORANG LAIN YANG MENGUASAI: - MATERI YANG DIUJIKAN - KONSTRUKSI TES - BAHASA INDONESIA 4. DIANALISIS ?DIPEROLEH INFORMASI TENTANG SOAL YANG BERKUALITAS / KURANG BERKUALITAS

PENYUSUNAN KISI-KISI : Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi / kriteria yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis / merakit tes Kisi-kisi disusun berdasar tujuan penggunaan tes Melalui kisi-kisi dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal

PENGERTIAN TES : adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan yang harus dipilih / ditanggapi, atau tugas- tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testee) dengan tujuan mengukur suatu aspek (perilaku) tertentu dari testee Tes mengukur tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan kepadanya

KEGUNAAN KISI-KISI : KEGUNAAN KISI-KISI Pedoman dalam penulisan soal hingga menghasilkan soal sesuai dengan tujuan tes Pedoman dalam perakitan butir soal hingga terhimpun menjadi perangkat tes yang siap digunakan Kisi-kisi yang baik akan dapat menghasilkan perangkat soal yang baik pula

SYARAT-SYARAT KISI : Mewakili isi kurikulum yang diujikan Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan

KOMPONEN KISI-KISI : Komponen identitas Jenjang pendidikan Program / jurusan Mata pelajaran Kurikulum yang diacu Alokasi waktu Jumlah soal Bentuk soal

KOMPETENSI( LEARNING OUTCOME = ATTAINMENT TARGET ) : Aspek kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari bahan kajian tertentu Kompetensi yang dikuasai hendaknya merupakan perpaduan kemampuan, baik dari segi pengetahuan + pengalaman + kreasi pengembangannya

MATERI : MATERI Uraian materi dari soal yang hendak disusun Uraian materi disusun oleh penulis kisi-kisi Uraian materi dapat dirumuskan secara spesifik atau umum

INDIKATOR : INDIKATOR Suatu rumusan tingkah laku yang dapat diamati sebagai pertanda atau indikasi tujuan pembelajaran (kompetensi dasar) sudah dikuasai oleh siswa Suatu rumusan yang menggunakan kata kerja operasional yang memuat perilaku siswa dan materi yang akan diukur sesuai dengan materi terpilih Rumusan indikator harus dapat diukur dan menggambarkan tingkat kemampuan siswa dari suatu topik bahasan

KRITERIA INDIKATOR : KRITERIA INDIKATOR Memuat ciri-ciri perilaku yang terdapat pada tujuan pembelajaran Memuat tingkat atau level pengetahuan dalam rumusan kata kerja operasional Berkaitan dengan uraian materi, pokok bahasan / tema / konsep Dapat disusun soalnya

FORMAT KISI-KISI Jenjang Pendidikan : Mata Pelajaran :Acuan :Alokasi waktu :Jumlah soal :Bentuk soal : Penulis : Unit Kerja :